Seberapa Dalam, Kita Bisa Menggali Ke Bumi?

Sejak dari kecil, tiap kali kita ngeliat orang lagi gali kuburan, kita suka berandai-andai seberapa dalam sih, kita bisa menggali ke bumi?

Jawabannya saat ini adalah, 12 km. Sebuah proyek penggalian pada tahun 1970 di rusia bernama “Kola Superdeep Borehole” adalah galian terdalam yang pernah dicoba oleh manusia. Mungkin angka tersebut tak terdengar fantastis. Tapi ayo kita lihat perspektifnya.

Tinggi monas adalah 137 meter. Menara eiffel? Dua kali lipatnya tinggi monas. Sedangkan gedung tertinggi di dunia, tingginya adalah 828 meter.  Tapi jelas masih kalah sama gunung bromo yang berada 2,3 kilometer di atas permukaan laut. Tapi jelas juga masih kalah sama gunung everest, gunung tertinggi di dunia yang tingginya 8,8 kilometer. Dan kemudian masih kalah juga sama palung terdalam di dunia, palung mariana, 10,9 km. Tapi itu semua akhirnya kalah, oleh Kola Superdeep Borehole, galian terdalam yang pernah dicoba manusia, sedalam 12km.

Tapi kemudian muncul pertanyaan, bisa ngga sih kita nggali lebih dalam lagi?

Jawaban singkatnya, secara teori, bisa. Tapi banyak faktor kesulitan yang harus dihadapi.

Pertama adalah temperatur. Semakin kita nggali lebih dalam, semakin dekat kita ke inti bumi. Artinya? Semakin panas suhu dibawah sana. Kola Superdeep Borehole sendiri punya temperature 180 derajat celcius dibawah sana. Jadi pastinya, kipas angin aja ngga cukup untuk nemenin kita nggali kebawah sana.

Kemudian dengan suhu yang sangat panas tersebut, belum ada teknologi alat pengeboran yang efisien untuk kita nggali lebih dalam lagi. Meskipun sangat mungkin, untuk mengembangkan teknologi bor yang baru, tapi biayanya akan jadi sangat mahal dan tak masuk akal bagi perusahaan atau negara untuk mencoba akan hal itu. Tak seperti misalnya program luar angkasa yang selalu menghasilkan terobosan tiap tahunnya, tak ada jaminan program menggali ke inti bumi ini memiliki terobosan yang berarti. Mungkin ketika, teknologi semakin murah di masa depan, muncullah secercah harapan bagi kita.

Perjalanan kita tentu masih panjang. Jika bumi itu sebesar apel, kita sama sekali belum menembus kulit apelnya. Jadi, ya, kita manusia, memang sekecil itu, atau mungkin, ya, bumi memang sebesar itu. Terima kasih.

 

References

 

Credits

  • Jasmine Rae Friedrich for hard hat vector
  • Michell Tateoka for apple vector
  • Carlos Pedregosa for fan vector
  • Lazar Nikolic for burj khalifa vector
  • Olivier Guin for eiffel vector
  • Edward Boatman for fish vector
  • Stephanie Wauters for shark vector
  • iDROBUX Design graphique for jellyfish vector
  • Maximilian Becker for termometer vector
  • Jasmine Rae Friedrich for astronaut helmet vector
  • Martha Ormiston for medal vector
  • Samu Parra for skull vector
Advertisements

2 Comments Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s