Kenapa Jakarta Macet Banget?

Jakarta oh jakarta. Terkenal apa lagi kalo bukan dengan macetnya. Menurut penelitian oleh Castrol, Jakarta adalah kota termacet di dunia. Tapi kemudian, kita semua bertanya, seperti yang ditanyakan oleh Rahmat ini, kenapa jakarta macet banget? Apa penyebabnya?

Faktor pertama yang pasti adalah transportasi umum. Kita tahu sendiri, transportasi umum di jakarta, belum memadai. Masih banyak kendaraan umum yang dipaksa narik sama abangnya, padahal mesinnya udah megap-megap. Kemudian selain itu, faktor keamanan dan kenyamanannya sendiri, masih belum terjamin. Kita harus siap waspada kaya siskamling.

Padahal kata ahok, di hongkong aja 90% warganya pake transportasi umum. Sedangkan di singapur dan mumbai, 50%. Jakarta? Miris sekali, cuma 20%. Oleh karena itu, masih banyak yang perlu dibenahi dari transportasi umum Jakarta.

Nah, kemudian apa yang terjadi? Orang berlomba-lomba beli sepeda motor dan beli mobil pribadi, yang angkanya naik terus setiap hari, karena transportasi umum yang masih di anak tiri. Ujungnya? Kemacetan panjang.

Hal ini bisa dilihat dari pertumbuhan jumlah kendaraan pribadi di Jakarta yang mencapai angka 12 hingga 13 % per tahun. Sedangkan, pertumbuhan ruas jalan hanya 0,01% per tahun. Itu artinya ada sekitar 6000 kendaraan baru tiap harinya di Jakarta, sedangkan panjang jalannya tetep segitu-segitu aja. Sangat, mengerikan.

Mirisnya lagi, udah jalan sempit, masih aja ada mobil parkir sembarangan, angkot ngetem berjam-jam sampe PKL nekat nerobos jalan. Ini artinya satpol PP, masih punya banyak kerjaan.

Tak hanya itu saja, kemacetan pun dikontribusikan oleh daerah sanggahan jakarta, bodetabek. Pada tahun 2014, BPS mencatat ada 2,4 juta orang dari bodetabek yang menjadi komuter ke Jakarta. Itu artinya meskipun udah sumpek, jakarta pun masih perlu menahan serbuan dari berbagai penjuru arah, yang pastinya bikin tambah tambah macet tiap harinya.

Tapi bukan salah mereka, untuk mencari mata pencaharian ke jakarta. Salah kita sendiri, kita terlalu membangun apa-apanya semuanya ada di jakarta. Akhirnya semuanya numpuk disini. Harusnya pemerintah kita itu berani, membangun indonesia secara merata, ngga cuma di Jakarta.

Ngga mengherankan jika lama-lama orang di jakarta ini pada stress. Ketertiban hanya dianggap sebagai konsep. Misalnya tahu sendiri, lampu merah di Jakarta itu artinya lampu start untuk balapan. Belom lagi disusul sama kopaja ugal-ugalan.

Selain itu, ngga cuma lalu lintas, tapi juga ketertiban birokrasi yang perlu diperbaiki. Masih banyak mafia-mafia berdasi, yang nyamar membela rakyat, tapi kalo dikasih suap, malah bilang terima kasih. Akibatnya? Bertahun-tahun sudah Jakarta menanggung beban yang perih.

Baru sekarang perencanaan tata kota dibenahi, birokrasi dibenari dan transportasi umum mulai diperbaiki. Tapi tentu saja, ngga ada yang namanya perubahan instan. Semuanya butuh proses dan waktu. Termasuk kita semua yang harus mau beraksi, dan sabar menunggu. Jadi ayo, sama-sama kita hadapi masalah ini, dan bangun Jakarta yang baru. Terima kasih.

 

References

Advertisements

3 Comments Add yours

  1. Reza Vikariansyah says:

    bro, kalau boleh bertanya dan hendak untuk berbagi, video-videonya dibikin pakai aplikasi/software apa?

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s