Bagaimana Bahasa Bisa Terbentuk? (Ft. Google Translate)

Diperkirakan ada lebih dari 7000 bahasa di dunia ini. Mulai dari mandarin yang merupakan bahasa yang paling banyak digunakan, disusul oleh bahasa spanyol, dan Inggris. Tapi, darimana asal-usul bahasa? Dan kenapa bahasa bisa beraneka ragam? Nyatanya memang banyak yang penasaran tentang asal muasal bahasa di dunia ini. Kenapa bakso kita disebutnya bakso? Dan kenapa apel namanya apel? Dan kenapa seluruh hal di dunia ini bernama sesuai nama mereka?

Menurut Om Noam Chomsky, bahasa muncul pada 60,000 hingga 100,000 tahun lalu di Afrika. Sebelum itu, kita sebagai manusia hanya mampu berkomunikasi sebatasnya, yaitu melalui mulut kita dan gestur tubuh kita. Lalu, kemudian otak kita berevolusi, sehingga lama kelamaan, kita dapat memahami hal yang lebih kompleks. Kita mulai menamai,benda, makanan hingga situasi bahaya, menjadi suatu sebutan-sebutan simpel. Yang diteorikan berasal dari meniru sumber suara sesuatu tersebut.

Kemudian setelah itu, kita perlahan mulai dapat memikirkan dua benda dalam satu konstruksi. Seperti misalnya benda, Apel, dan Pohon. Yang kemudian dikombinasikan menjadi satu konstruksi yaitu, pohon apel. Kombinasi kata-kata tersebut lah yang kemudian berkembang menjadi struktur, yang kemudian menjadi cikal bakal dari bahasa.

Lalu ternyata ke-kepo-an kita tentang bahasa, sudah dimulai sejak dari jaman Raja Mesir Kuno, Psammuti, *Psammetichus* (Gtranslate shot). Singkatnya, *Psammetichus* dengan teganya memerintahkan dua orang bayi untuk dikurung dalam dua kandang yang berbeda. Setelah dua tahun, kedua bayi anehnya mulai mengucapkan satu kata yang sama, yaitu “bekos”. Bukan, bekos itu artinya bukan kos yang biasa disewa sama mahasiswa, tapi itu adalah bahasa Phyrgian yang artinya adalah, roti. Alhasil, dari eksperimen tersebut mereka berkesimpulan bahasa Phyrgian, adalah asal muasal dari semua bahasa di dunia ini, karena dapat diucapkan oleh seorang bayi tanpa diajarin.

Lalu kenapa bahasa manusia bisa beranekaragam ? Singkatnya, adalah karena isolasi. Bukan, bukan “isolasi” itu, melainkan isolasi kebudayaan. Pendeknya, nenek moyang kita bermigrasi ke seluruh dunia untuk mencari sumber makanan. Kemudian, nenek moyang kita terpisah satu sama lain dan membentuk bahasa baru yang disesuaikan dengan kondisi alam, makanan, dan makhluk hidup lain yang tinggal di sekitarnya. Isolasi ini lah yang menyebabkan, kenapa di tiap tempat, memiliki bahasa yang berbeda. Apalagi di Indonesia, yang geografisnya kepulauan, sehingga orang makin terisolasi, menyebabkan makin uniknya bahasa yang ada.

Lalu, ketika sekelompok nenek moyang, bertemu dengan sekelompok nenek moyang lainnya. Bahasa mereka membaur dan menciptakan bahasa baru, yang teknisnya disebut sebagai “super-language”. Itu sebabnya kenapa faktor jarak, juga mempengaruhi bahasa yang ada. Seperti misalnya negara yang berdekatan, (eropa scene) seringkali memiliki kata-kata yang mirip (indo-malay scene), karena mereka saling membaur (japan-korea-china scene). Berbeda misalnya, bahasa spanyol dengan mandarin, yang ngga ada mirip-miripnya.

Akhirnya kurang lebih kita tahu bagaimana bahasa bisa terbentuk dan bisa beranekaragam. Meskipun begitu, asal muasal bahasa sendiri masih diperdebatkan dan masih diteliti hingga sekarang. Jadi silahkan belajar lagi tentang bahasa karena ilmu bahasa juga merupakan ilmu yang sulit, dan terima kasih kali ini untuk google translate.

References

Advertisements

One Comment Add yours

  1. Muhammad Rizky says:

    This is my favorite topic on video you guys had released… ❤

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s