Apa Penyebab Kebakaran Hutan di Sumatera? #MelawanAsap

Video ini dibuat atas kerjasama antara Kok Bisa? Dan Greenpeace Indonesia

Apakah anda mengetahui berita kabut asap belakangan ini? Atau malah anda menjadi korban kekejaman asap tersebut? Masalah kabut asap ini memang terus terjadi dari tahun ke tahun. Sampai sampai tetangga sebelah pun, seperti Malaysia dan Singapura, tak pernah lelah untuk protes karena mereka selalu ikutan jadi korban. Karena terus-terusan terjadi, banyak yang bertanya, seperti halnya Keyzia dan Fariz ini, kenapa kabut asap bisa terjadi? Apakah itu disebabkan oleh si tukang sate, yang bakar satenya kelamaan?

10% dari daratan Indonesia adalah lahan gambut, dimana paling banyak ditemukan di Pulau Sumatra, Kalimantan, dan Papua. Lahan gambut merupakan lahan basah, yang isinya banyak mengandung karbon, karena ia terbentuk dari hasil sisa tumbuhan yang setengah membusuk. Umumnya gambut sulit dibakar, tapi saat dikeringkan, gambut menjadi sangat mudah terbakar karena kandungan karbonnya yang tinggi. Ia dapat berubah menjadi tungku api raksasa, yang menghasilkan asap tiga kali lebih besar, dari kebakaran biasa.

Kemudian terbakarnya lahan gambut tersebut, meskipun tak semua, tapi banyak disebabkan oleh para perusahaan nakal. Mereka membakar hutan untuk dijadikan lahan pertanian baru. Dengan mengeringkan lahan gambut tersebut, ditambah lagi oleh musim kemarau tiap tahunnya, mereka sangat mudah dan sangat senang membakar hutan tersebut, yang apinya dapat bertahan hingga berminggu-minggu.

Fakta mengejutkannya adalah, itu sangat masuk akal bagi mereka. Hanya dengan mengupah orang sekitar 500.000 rupiah saja, maka ratusan hingga ribuan hektar lahan baru dapat segera ditanami. Pilihan itu jauh lebih menguntungkan dibandingkan mereka mengeluarkan dana sekitar 5 hingga 7 juta rupiah, per hektare, untuk membersihkan lahan menggunakan alat berat.

Masalah kabut asap ini sudah tak tertangani sejak tahun 1990an. Ini adalah foto satelit Indonesia yang menyebarkan asap ke seluruh dunia pada tahun 1997, yang merupakan rekor membanggakan sekali lagi, dari Indonesia. Bahkan di Jambi sendiri, indeks standar pencemaran udara sudah mencapai angka 601, dua kali lipat dari standar batas udara aman, yang pada dasarnya udara tersebut sudah terlalu beracun untuk dihirup. Apakah kita perlu menunggu korban jiwa? Dan kabar anak-anak yang dalam kondisi kritis, akibat kabut asap tersebut? Lalu, apa yang bisa kita lakukan?

Tentu saja sudah saatnya kita, harus melakukan solusi permanen, dan bukan solusi jangka pendek lagi. Perbincangkanlah kabar ini dimana-mana. Karena nyatanya masih banyak orang yang belum tahu, khususnya banyak dari kita yang berada di luar wilayah bencana, dan menganggap hal ini adalah hal yang sepele. Dengan cara tersebut, kita memberikan urgensi, tidak hanya ke masyarakat, tapi juga ke pemerintah, untuk bertindak lebih tegas dan lebih berani. Seperti mengetatkan izin pembukaan lahan, menindak keras para perusahaan nakal dan membuat data kehutanan dapat diakses publik, sehingga hutan kita dapat dilindungi.

Oleh karena itu, ayo kita #MelawanAsap. Terima kasih.

Sumber :

http://www.abc.net.au/news/2015-09-17/southeast-asia-haze-what-is-behind-the-annual-outbreak/6783688

http://www.rappler.com/indonesia/104764-kebakaran-hutan-indonesia-cifor

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/06/26/moxpzw-asap-riau-terparah-sepanjang-sejarah

http://www.wri.org/blog/2014/03/kebakaran-hutan-di-indonesia-mencapai-tingkat-tertinggi-sejak-kondisi-darurat-kabut

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Faidzinn says:

    Oh jadi begitu penyebabnya ya gan, baru tahu ane kirain kebakaran biasa tapi kok asepnya gk habis2 sampai berbulan-bulan. Ternyata lahan gamut :(.

    mungkin ini adalah satu satu ciri bukti nyata kerakusan manusia 😦 /miris banget sampai kenegeri tetangga asepnya hiks 😥

    #saran : tulisannya bagus2 kenapa gk buat web berbayar aja mas gan, seperti my little blog hehe 🙂 nanti kan bisa di psadang ads, kerjasama dll.

    Like

  2. Faidzinn says:

    Oh jadi begitu penyebabnya ya gan, baru tahu ane kirain kebakaran biasa tapi kok asepnya gk habis2 sampai berbulan-bulan. Ternyata lahan gamut :(.

    mungkin ini adalah satu satu ciri bukti nyata kerakusan manusia 😦 /miris banget sampai kenegeri tetangga asepnya hiks 😥

    #saran : tulisannya bagus2 kenapa gk buat web berbayar aja mas gan, seperti my little blog hehe 🙂 nanti kan bisa di pasang ads, kerjasama dll.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s