Kenapa Kita Gampang Percaya Teori Konspirasi? (Ft. Juki)

Tunggu dulu. Jangan langsung asal percaya pada teori konspirasi. Gimana kalau itu ternyata cuma hoax?

Teori konspirasi… oh teori konspirasi. Mulai dari Mamarika, Wahyudi, Remason, sampai Iluminasi. Tapi tahukah kita, apa sih teori konspirasi itu sebenarnya?

Singkatnya, teori konspirasi adalah anggapan bahwa ada dalang di balik terjadinya suatu peristiwa, terutama kalau melibatkan hal-hal berbahaya, ilegal, dan rahasia. Biasanya, para dalang ini adalah orang-orang berkuasa yang tergabung dalam suatu perkumpulan rahasia. Entah buat menyembunyikan alien luar angkasa atau untuk menguasai dunia…

Setiap ada kejadian yang penjelasannya sulit dicerna akal sehat kita, sedikit-sedikit kita langsung percaya sama sembarang teori konspirasi. Padahal banyak teori-teori konspirasi yang ga bisa dijamin kebenarannya, alias HOAX! Gimana bisa ya?

Menurut pakar neurosains Paul Whalen, amygdala di otak kita otomatis akan mencoba mencari pola, saat kita menghadapi situasi yang kacau balau dan terlalu sulit dicerna. Apalagi di zaman sekarang, dimana segala jenis informasi–mau yang benar lah, mau yang ngaco lah–cuma sejauh klik klik di Mbah Google.

Hal ini juga didukung Teori Ramsey yang menyatakan: Saat menghadapi data acak yang melimpah, manusia punya kecenderungan buat menghubungkan satu data dengan data lainnya sampai membentuk pola. Tujuan aslinya, tentu supaya kita bisa membedakan informasi mana yang berguna, dan mana yang cuma nge-spam-in otak kita.

Masalahnya, ga jarang kecenderungan ini malah membuat kita asal menghubung-hubungkan informasi, padahal sebetulnya gak berhubungan sama sekali. Yang penting masuk akal buat kita. Misalnya, coba tengok jalanan depan rumah kita yang lurus dan rata. Buat kita-kita yang belum pernah ke luar angkasa, tentu lebih mudah buat membayangkan kalau bumi itu datar, kan?

Mungkin memang begitu. Hanya saja, ahli fisika David Robert Grimes dari Universitas Oxford telah membuktikan secara ilmiah, bahwa konspirasi besar-besaran sungguhan nyatanya sulit diwujudkan. Soalnya, satu kelompok beranggota 2500 orang aja cuma bisa mempertahankan kerahasiaan maksimal 5 tahun. Sementara pendaratan di Bulan udah terjadi 50 tahun lalu dan melibatkan lebih dari 400 ribu orang lho.

Bukan salah kamu kok kalau masih ngefans sama teori konspirasi NASA. Pada dasarnya, kita manusia adalah makhluk yang sangat rawan kena ‘bias proporsional’, yaitu kecenderungan untuk ga percaya bahwa sesuatu yang besar bisa disebabkan oleh hal-hal yang kita anggap kecil. Selain itu, kita juga cenderung langsung menolak ide yang bertentangan dengan keyakinan kita. Fenomena ini disebut ‘backfire effect’. Jadi, jangan heran kalau teman kita ada yang ngeyel seperti si Juki ini ya!

Dan seperti biasa, terima kasih.

 

Referensi
http://pbs.dartmouth.edu/people/paul-j-whalen
http://www.ox.ac.uk/news/2016-01-26-too-many-minions-spoil-plot
http://www.dartmouth.edu/~nyhan/nyhan-reifler.pdf
http://www.ox.ac.uk/news/2016-01-26-too-many-minions-spoil-plot
http://time.com/3997033/conspiracy-theories/
https://www.scientificamerican.com/article/why-do-some-people-believe-in-conspiracy-theories/
https://www.washingtonpost.com/news/the-intersect/wp/2014/09/12/why-people-fall-for-dumb-internet-hoaxes/?utm_term=.95bc8161acfa
http://skepdic.com/proportionalitybias.html
https://youarenotsosmart.com/2011/06/10/the-backfire-effect/

Advertisements

2 Comments Add yours

  1. Alay says:

    Ini maksudnya apaan coba?? Kaya ada nyinggung2nya gitu

    Like

    1. Farid nyanko-sensei says:

      apanya yg nyinggung…emang kenyataannya gitu…

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s