Apakah Indonesia Rawan Tsunami?

Sejak zaman baheula, kepulauan di Nusantara sudah terkenal sebagai biangnya gempa bumi. Sekilas info, dari 171 negara, Indonesia ranking 36 negara paling rawan bencana sedunia. Bahkan di 2004, salah satu gempa terdahsyat sepanjang sejarah mengguncang Aceh dan sekitarnya, lalu memicu tsunami raksasa. Kira-kira, mungkin nggak ya, bencana laut segede ini bisa terjadi lagi di masa depan? Atau, malah lebih parah lagi?

Sayangnya, jawabannya sangat sangat mungkin, karena Indonesia bukan cuma terletak di satu, tapi DUA jalur gempa paling aktif di dunia. Sebagai negara di Zona Cincin Api, Indonesia dijejali berderet-deret gunung api, yang bukan cuma di darat, tapi juga di laut.

Dahulu kala, Zona Cincin Api terbentuk di titik ngumpulnya aneka lempeng bumi. Lempeng-lempeng ini bisa saling bertumbukan, menjauh, atau bergesekan satu sama lain, dan di perbatasan antar lempeng, ada banyak patahan yang terus-terusan bergeser dan bergerak. Pergerakan lempeng tektonik ini nih yang biasanya jadi penyebab gempa.

Setelah 2004, ada beberapa gempa besar yang udah menggoyang pantai barat Sumatra. Cuma kali ini, penyebab gempanya terlalu kompleks, sampai-sampai peneliti dari bidang berbeda pada ngotot dengan pendapat masing-masing.

Nah, melalui beberapa ekspedisi ilmiah, para peneliti akhirnya mampu menemukan bahwa gempa 2012 ternyata bersumber dari sebuah cekungan purba, sementara gempa 2010 bersumber dari sebuah celah di Sunda Megathrust yang disebut “Mentawai Gap”. Emangnya, apa yang spesial sih dari celah ini?

Gampangnya, Mentawai Gap ini menyimpan energi super dahsyat yang belum pernah dilepaskan selama berabad-abad. Saat ini, celah Mentawai udah penuh dengan retakan. Kalau suatu saat nanti jebol, bisa kebayang nggak, sebesar apa gempa yang bakal dihasilkan?

Data-data penting tentang tektonik laut ini bisa kita dapat dari penelitian langsung di tengah laut, yang hanya bisa terlaksana lewat kapal penelitian, seperti Marion Dufresne! Di kapal istimewa ini, para peneliti bisa memakai alat-alat canggih untuk mengambil sampel, memetakan keadaan, dan membuat survei seismik, atau semacam me’ronsen’ dasar laut buat mengamati lapisan endapannya.

Melalui pengamatan ini, kita jadi lebih paham dengan struktur sumber gempa. Pengetahuan ini juga bakal membantu kita mengantisipasi bahaya gempa dan tsunami di masa depan. Jadi, kalau bencana seperti tsunami Aceh terjadi lagi, kita bakal lebih siap menghadapinya! Dan seperti biasa, terima kasih.

REFERENSI

http://www.earthobservatory.sg/blog/magnetic-anomalies-wharton-basin-part-1-2

http://www.earthobservatory.sg/blog/magnetic-anomalies-wharton-basin-part-2-2-

http://www.earthobservatory.sg/blog/exciting-underwater-find-mirage

http://www.institut-polaire.fr/ipev-en/infrastructures-2/boats/marion-dufresne/

http://media.ntu.edu.sg/NewsReleases/Pages/newsdetail.aspx?news=89f7e7b5-d31c-41da-b672-6b5f10f1dcd4

http://collections.unu.edu/eserv/UNU:5763/WorldRiskReport2016_small.pdf

https://www.ldeo.columbia.edu/chrr/research/profiles/pdfs/indonesia_profile1.pdf

http://www.give2asia.org/disaster-preparedness-and-resilience-indonesia/

https://www.livescience.com/8823-indonesia-explosive-geology-explained.html

https://www.skymetweather.com/content/earth-and-nature/10-earthquake-prone-countries-in-the-world/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s