Benarkah Manusia Pernah Mendarat di Bulan?

Setiap tanggal 20 Juli jadi peringatan tentang pendaratan manusia pertama di bulan. Waktu itu, langkah kecil Neil Armstrong dan Buzz Aldrin jadi lompatan besar buat perkembangan teknologi dunia. Tapiii, dari dulu sampai sekarang, banyak yang engga yakin dan nuduh itu cuma akal-akalan bikinan NASA aja. Jadi, benarkah manusia pernah mendarat di bulan?

Pendeknya, jawabannya tentu saja… benar! Oke, jadi ceritanya, waktu zaman dulu, Amerika Serikat jutek-jutekan sama Uni Soviet dan mereka bersaing dulu-duluan sampai luar angkasa. Terus, siapa pemenangnya? Kalau soal yang pertama menembus langit dan mencapai luar angkasa, jawabannya: Uni Soviet! Tapi, akhirnya Amerika kepanasan dan mulai ngeluarin duit banyak buat bikin roket yang — akhirnya bisa bikin mereka sampai ke bulan. Tapi, kenapa banyak yang meragukannya?

Jawabannya: teori konspirasi! Dari mulai bendera yang seolah berkibar, engga ada bintang di foto bulan, sampai radiasi sabuk Van Allen jadi senjata buat orang-orang iseng yang nyebarin kabar engga bener. Tapi dari dulu, udah banyak banget penjelasan yang ngejawab tuduhan-tuduhan yang bisa dibilang… engga beralasan. Dan sampai sekarang, meskipun engga mengakui, Uni Soviet yang udah jadi Rusia pun engga menentang fakta kalau memang manusia, pernah ke bulan.

Tapi kalau masih engga percaya, hmm, engga apa-apa! Ada beberapa cara untuk ngebuktiinya, misalnya dengan nembakin laser berkekuatan tinggi ke arah tertentu di bulan dan tunggu pantulannya. Ya, karena di sana masih ada semacam cermin pemantul — atau istilah kerennya retroreflektor — yang ditinggalin para astronot dan dipakai untuk ngukur jarak bulan ke bumi — bahkan sampai hari ini.

Tapi mungkin kita bertanya-tanya, kalau memang manusia pernah terbang ke bulan, kenapa belum ada yang melakukannya lagi? Hmm, itu… kurang tepat! Sejak misi pertama, total udah ada dua belas orang yang berhasil menginjakan kaki di satelit alam punya bumi ini. Kalaupun kita udah jarang ke sana, itu karena pendaratan manusia di bulan makan biaya yang… luar biasa mahal dan manfaatnya kebanyakan cuma buat gaya-gayaan politik aja. Misalnya untuk bikin satu roket, itu ngabisin biaya yang setara pembangunan gedung Empire State di Amerika — dan itu BELUM termasuk nerbanginnya. Sungguh sangat mahal.

Pada akhirnya, manusia memang pernah sampai bulan. Kita telah mencapai teknologi yang belum pernah terbayangkan sebelumnya. Tapi, apakah hanya sampai di situ saja? Apakah bulan adalah batas terjauh manusia bisa mendaratkan kakinya di luar angkasa? Mungkin, jawabannya ditentukan oleh seberapa bersemangat kita untuk mencari cara yang lebih aman, mudah, dan juga murah untuk menjelajah isi alam semesta. Dan seperti biasa, terima kasih.

References:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s